PT Teknika Artha Nusantara (Tekanusa) telah melaksanakan serangkaian pengujian teknis Non-Destructive Testing (NDT) untuk evaluasi mutu dan homogenitas beton struktural pada elemen Girder Jembatan di kawasan Karawang, Jawa Barat.
Latar Belakang & Urgensi Pengujian:
Elemen girder merupakan komponen struktural utama penopang beban gelagar lalu lintas jembatan. Pengujian NDT berkala diperlukan guna memastikan integritas beton prategang/bertulang, memverifikasi keseragaman mutu beton hasil pengecoran, serta mendeteksi adanya retak mikro (microcracks) atau rongga udara internal tanpa merusak integritas struktur jembatan operasional.
Metodologi & Standar Pengujian Teknis:
- Ultrasonic Pulse Velocity (UPV Test): Pengujian kecepatan rambat gelombang ultrasonik longitudinal mengacu pada SNI 03-4802-1998 dan ASTM C597 menggunakan perangkat digital Proceq Pundit Lab / PL-200 dengan transduser frekuensi 54 kHz. Pengujian dilakukan melalui metode transmisi langsung (direct transmission) dan semi-langsung untuk mengevaluasi densitas serta keseragaman massa beton.
- Rebound Hammer Test (Uji Pantul Beton): Pengukuran kekerasan permukaan beton berbasis sistem grid penomoran koordinat sesuai SNI 03-4430-1997 dan ASTM C805.
- Concrete Homogeneity & Void Detection: Pemetaan nilai cepat rambat gelombang guna mengidentifikasi zona beton keropos (honeycombing), delaminasi, atau diskontinuitas internal.
- Covermeter & Rebar Scanning: Verifikasi ketebalan selimut beton pelindung dan estimasi konfigurasi tulangan utama pada zona geser girder.
Dokumentasi Pengujian Lapangan:

Hasil Evaluasi & Rekomendasi Teknis:
Hasil Evaluasi: Pengukuran cepat rambat gelombang ultrasonik pada girder jembatan menunjukkan nilai rata-rata UPV berada pada rentang > 3.800 m/s hingga 4.200 m/s, yang mengindikasikan kualitas beton struktural terkategori Good to Excellent berdasarkan kriteria klasifikasi Leslie & Cheesman (1949). Tidak terdeteksi anomali rongga udara kritis atau pelemahan signifikan pada elemen yang diuji.
Rekomendasi Pemeliharaan: Disarankan pemberian lapisan pelindung anti-karbonasi (anti-carbonation coating) pada permukaan luar girder yang terekspos cuaca langsung serta inspeksi pemeliharaan periodik setiap 1 tahun untuk memantau performa jembatan dalam melayani beban dinamis operasional.



