Infrastruktur transportasi seperti jembatan bentang panjang, dermaga pelabuhan, dan jetty industri beroperasi di bawah kondisi lingkungan paling keras di bumi. Paparan garam laut, hempasan gelombang dinamis, siklus pasang surut, serta beban lalu lintas kendaraan berat menciptakan laju degradasi yang jauh lebih agresif dibanding bangunan darat biasa. Melalui layanan jasa audit struktur bangunan dan infrastruktur, keandalan operasional serta sisa usia layan elemen struktur dapat dievaluasi secara presisi dan ilmiah.
Tantangan Korosi Agresif pada Zona Pasang Surut (Splash Zone)
Kawasan pesisir dan perairan laut kaya akan ion klorida (Cl⁻) dan sulfat yang mampu berpenetrasi menembus selimut beton bertulang. Begitu klorida mencapai kedalaman tulangan baja, lapisan pasif pelindung baja akan hancur dan memicu pembentukan karat (ferric oxide). Karat ini memuai hingga 3 s.d 6 kali volume asli baja, menghasilkan tegangan tarik internal tinggi yang berujung pada keretakan memanjang, delaminasi, hingga spalling masif pada pier dan girder jembatan.
Zona paling rawan pada jembatan dan dermaga terbagi atas:
- Zona Terendam (Submerged Zone): Mengalami bahaya erosi arus bawah air (scouring) pada dasar tiang pancang pondasi.
- Zona Pasang Surut (Splash & Tidal Zone): Titik kritis korosi tertinggi karena tersedianya pasokan oksigen, kelembaban, dan klorida secara bergantian.
- Zona Atmosfer Laut (Atmospheric Zone): Korosi baja girder dan kabel penggantung akibat aerosol garam laut yang terbawa angin.

Metodologi Pengujian Khusus Audit Struktur Jembatan & Dermaga
Dalam proyek audit bangunan infrastruktur dermaga dan jembatan, PT Teknika Artha Nusantara menerapkan kombinasi pengujian visual canggih dan Non-Destructive Testing (NDT):

Pentingnya Evaluasi Sisa Kapasitas Tiang Pancang dan SLF Dermaga
Dalam pengurusan perpanjangan jasa urus SLF fasilitas pelabuhan dan dermaga TUKS (Terminal Khusus), otoritas pelabuhan dan Kementerian Perhubungan mewajibkan pembuktian daya dukung struktural terhadap beban sandar kapal (berthing load) dan beban tambat (mooring load).
Kajian forensik struktur Tekanusa memberikan kalkulasi residual capacity elemen struktur yang presisi, disertai rekomendasi mitigasi seperti proteksi katodik (sacrificial anode / ICCP), jaket beton (concrete jacketing), atau perkuatan komposit serat karbon (CFRP).