Struktur baja merupakan material primadona dalam pembangunan gedung pabrik manufaktur, gudang logistik, dan hanggar karena keunggulannya dalam menjangkau bentang lebar (clear span) secara efisien. Namun di lingkungan industri, baja sangat rentan terhadap serangan korosi atmosferik, paparan uap kimia, serta beban dinamis dari crane overhead. Melalui layanan jasa audit struktur bangunan dengan metode pengujian Non-Destruktif (NDT), integritas komponen baja dapat dipantau tanpa menghentikan operasional pabrik.
Mengapa Pengujian Ultrasonic Thickness (UT) Sangat Krusial?
Korosi pada profil baja sering kali terjadi di area tersembunyi—seperti pelat buhul sambungan atap, dudukan rel crane, dan bagian dalam pipa baja struktural. Korosi mengurangi luas penampang efektif elemen baja, menurunkan momen inersia penampang, dan secara drastis memangkas faktor keamanan gedung terhadap bahaya tekuk (buckling).
Ultrasonic Thickness Gauge (ASTM E797) menggunakan gelombang ultrasonik frekuensi tinggi untuk mengukur ketebalan dinding baja secara digital dari satu sisi permukaan saja. Pengujian ini memberikan akurasi hingga toleransi 0,01 mm untuk mendeteksi penipisan pelat sebelum terjadi keruntuhan struktural.

Rangkaian Metode Uji NDT Baja dalam Audit Struktur
Dalam investigasi menyeluruh pada proyek audit bangunan pabrik dan pergudangan, PT Teknika Artha Nusantara menerapkan standar internasional berikut:
Pemenuhan Syarat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Industri Baja
Bagi pemilik pabrik dan pergudangan, kepatuhan terhadap standar K3 dan regulasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) mensyaratkan adanya bukti pengujian integritas struktur portal baja secara berkala. Melalui pendampingan jasa urus SLF Tekanusa, hasil pengujian NDT dianalisis ke dalam pemodelan struktur untuk menerbitkan Sertifikat Kelaikan Teknis Bangunan Pabrik resmi SIMBG.