Penyelidikan daya dukung tanah menggunakan alat Sondir Hidrolik (CPT) di lokasi proyek
Lokasi: Tangerang, Indonesia | Tahun: 2024 | Klien: Swasta | Durasi: 1 Minggu
Lingkup Pekerjaan
Sondir Test (CPT)
Boring Test
Analisis Data Tanah
Rekomendasi Pondasi
Temuan & Rekomendasi
Temuan: Data CPT menunjukkan profil tanah berlapis dengan variasi kapasitas dukung yang signifikan. Ditemukan lapisan tanah lunak pada kedalaman dangkal.
Rekomendasi: Pondasi tiang (pile foundation) direkomendasikan dengan kedalaman yang ditentukan berdasarkan analisis data sondir.
Konsultasi Keandalan & Audit Struktur Bangunan
Pastikan keselamatan, keandalan, dan kepatuhan SLF gedung Anda bersama tim ahli teknik sipil bersertifikasi PT Teknika Artha Nusantara. Hubungi Marketing untuk penawaran & estimasi RAB, atau Tim Teknis untuk konsultasi teknis struktur.
Asesmen keandalan dan evaluasi integritas struktur jembatan dengan metode Non-Destructive Testing
Lokasi: Surabaya, Indonesia | Tahun: 2024 | Klien: Pemerintah | Durasi: 4 Minggu
Lingkup Pekerjaan
Inspeksi Visual
UPV Test
Hammer Test
Rebar Scan
Laporan Teknis
Temuan & Rekomendasi
Temuan: Inspeksi komponen jembatan mengidentifikasi area kritis yang memerlukan perhatian segera untuk menjaga integritas struktural.
Rekomendasi: Program pemeliharaan berkala dan perbaikan terfokus direkomendasikan untuk mempertahankan performa jembatan sesuai standar keselamatan.
Konsultasi Keandalan & Audit Struktur Bangunan
Pastikan keselamatan, keandalan, dan kepatuhan SLF gedung Anda bersama tim ahli teknik sipil bersertifikasi PT Teknika Artha Nusantara. Hubungi Marketing untuk penawaran & estimasi RAB, atau Tim Teknis untuk konsultasi teknis struktur.
Pengukuran kelurusan dan kemiringan kolom struktur gedung perkantoran bertingkat
Lokasi: Jakarta, Indonesia | Tahun: 2024 | Klien: Swasta | Durasi: 3 Minggu
Lingkup Pekerjaan
Inspeksi Visual Struktur
Hammer Test Beton
Rebar Scan (Profometer)
Analisis Struktur
Rekomendasi Teknis
Temuan & Rekomendasi
Temuan: Beberapa elemen struktural menunjukkan tanda-tanda deteriorasi termasuk retak permukaan dan kekuatan beton rendah di beberapa area.
Rekomendasi: Perbaikan dan perkuatan ditargetkan direkomendasikan untuk memastikan keselamatan struktural dan memperpanjang umur layanan bangunan.
Konsultasi Keandalan & Audit Struktur Bangunan
Pastikan keselamatan, keandalan, dan kepatuhan SLF gedung Anda bersama tim ahli teknik sipil bersertifikasi PT Teknika Artha Nusantara. Hubungi Marketing untuk penawaran & estimasi RAB, atau Tim Teknis untuk konsultasi teknis struktur.
Pasca gempa bumi untuk mendeteksi deformasi permanen
Verifikasi hasil perbaikan bangunan (perbaikan pondasi, jacking)
Layanan Leveling & Verticality Tekanusa
Tekanusa menyediakan layanan pengukuran leveling dan verticality menggunakan Total Station dan digital level presisi tinggi. Laporan kami mencakup peta kontur penurunan, data deviasi ketegakan kolom, analisis terhadap toleransi SNI, dan rekomendasi tindak lanjut.
Pengukuran Leveling dan Verticality adalah metode survei geodetik yang digunakan untuk mengevaluasi elevasi, kerataan lantai, kemiringan, dan ketegakan elemen struktural bangunan. Pengujian ini penting untuk mendeteksi deformasi, penurunan (settlement), atau kemiringan bangunan yang melebihi batas toleransi yang diizinkan.
Apa Itu Pengukuran Leveling dan Verticality?
Dua komponen utama dalam pengukuran ini:
Leveling – Pengukuran perbedaan elevasi antar titik untuk mendeteksi penurunan, keretaan lantai, atau deformasi vertikal pada struktur
Verticality – Pengukuran ketegakan (kelurusan vertikal) kolom, dinding, atau bangunan secara keseluruhan untuk mendeteksi kemiringan
Peralatan yang Digunakan
Total Station – Alat survei digital yang mengintegrasikan theodolite dan EDM (Electronic Distance Measurement). Mampu mengukur sudut dan jarak secara simultan dengan akurasi tinggi
Waterpass / Auto Level – Instrumen optik untuk pengukuran beda tinggi dengan akurasi milimeter
Digital Level – Level otomatis dengan pembacaan digital menggunakan staf kode batang
Theodolite – Untuk pengukuran sudut vertikal dan horizontal ketegakan struktur
Standar Toleransi yang Berlaku
Toleransi Penurunan (Settlement)
Kondisi
Toleransi Maksimum
Penurunan total (total settlement)
25 mm – 50 mm (tergantung jenis pondasi)
Penurunan diferensial (differential settlement)
L/500 – L/1000 (L = jarak antar kolom)
Toleransi Ketegakan Kolom (SNI 03-2847)
Tinggi Kolom
Toleransi Kemiringan
≤ 3 m
≤ 10 mm
3 – 6 m
≤ 15 mm
6 – 12 m
≤ 20 mm
> 12 m
≤ H/600
Prosedur Pengukuran Leveling
Penentuan Benchmark – Tentukan titik referensi tetap (BM) yang tidak mengalami pergerakan
Grid Pengukuran – Buat grid titik ukur pada seluruh area yang akan dipetakan
Pengukuran Elevasi – Ukur elevasi tiap titik relatif terhadap BM menggunakan auto level atau total station
Pengolahan Data – Hitung beda tinggi, buat peta kontur elevasi, identifikasi area penurunan
Monitoring Berkala – Untuk bangunan aktif, pengukuran diulang berkala untuk memantau laju penurunan
Kapan Pengukuran Ini Diperlukan?
Bangunan yang mengalami keretakan atau menunjukkan tanda-tanda penurunan tidak merata
Investigasi penyebab kerusakan pada gedung bertingkat
Monitoring bangunan yang berdekatan dengan proyek galian atau konstruksi baru
Pasca gempa bumi untuk mendeteksi deformasi permanen
Verifikasi hasil perbaikan bangunan (perbaikan pondasi, jacking)
Layanan Leveling & Verticality Tekanusa
Tekanusa menyediakan layanan pengukuran leveling dan verticality menggunakan Total Station dan digital level presisi tinggi. Laporan kami mencakup peta kontur penurunan, data deviasi ketegakan kolom, analisis terhadap toleransi SNI, dan rekomendasi tindak lanjut.
Hardness Test adalah metode pengujian untuk mengukur tingkat kekerasan material – terutama baja struktural – sebagai indikasi mutu, kekuatan, dan kondisi material. Hasil pengujian kekerasan dapat dikorelasikan dengan kekuatan tarik (tensile strength) material sehingga menjadi data penting dalam audit struktur berbasis material baja.
Kekerasan material didefinisikan sebagai ketahanan material terhadap deformasi plastis lokal akibat gaya tekan dari indentor. Pada material baja, kekerasan berkorelasi erat dengan kekuatan tarik (?u) – baja yang lebih keras umumnya memiliki kekuatan tarik lebih tinggi.
Hardness Test pada material baja struktural menggunakan hardness tester portable
Skala Kekerasan yang Umum Digunakan
Skala
Nama
Indentor
Penggunaan
HV
Vickers
Piramida intan
Universal, material tipis
HB
Brinell
Bola baja/karbida
Material kasar/casting
HRC/HRB
Rockwell
Konus intan/bola
Material keras s.d. lunak
HL
Leeb (Rebound)
Bola penumbuk
Portable, lapangan
Untuk pengujian di lapangan (field testing) pada elemen baja struktural, metode Leeb Hardness (Rebound Hardness) paling umum digunakan karena menggunakan alat portable yang mudah dibawa.
Korelasi Kekerasan dengan Kekuatan Tarik Baja
Salah satu manfaat utama Hardness Test adalah kemampuannya untuk memperkirakan kekuatan tarik baja:
Kekerasan Vickers (HV)
Estimasi Kekuatan Tarik (MPa)
Setara Grade Baja
120 – 150
400 – 500
BJ 37 / A36
150 – 180
500 – 600
BJ 41 / A572 Gr.50
180 – 220
600 – 730
BJ 50 / A572 Gr.65
> 220
> 730
High Strength Steel
Standar Acuan
ASTM A956 – Standard Test Method for Leeb Hardness Testing of Steel Products
ASTM E140 – Standard Hardness Conversion Tables for Metals
ISO 18265 – Metallic materials – Conversion of hardness values
SNI 0371 – Standar mutu baja struktural
Aplikasi Hardness Test dalam Audit Struktur
Verifikasi mutu baja pada elemen struktur baja eksisting (apakah sesuai spesifikasi desain)
Identifikasi baja yang mengalami perubahan sifat mekanik akibat panas berlebih (misalnya pasca kebakaran)
Evaluasi kondisi material las (weld inspection)
Pengecekan baja bekas/daur ulang yang digunakan dalam konstruksi
Verifikasi grade baja ketika dokumen teknis tidak tersedia
Layanan Hardness Test Tekanusa
Tekanusa menyediakan layanan Hardness Test menggunakan alat Leeb hardness tester terkalibrasi untuk pengujian di lokasi. Hasil pengujian mencakup nilai kekerasan, estimasi kekuatan tarik, dan verifikasi grade baja berdasarkan standar SNI dan ASTM.
UT Thickness Test (Ultrasonic Thickness Testing) adalah metode non-destruktif untuk mengukur ketebalan aktual material baja menggunakan gelombang ultrasonik frekuensi tinggi. Metode ini sangat penting untuk mendeteksi penipisan dinding baja akibat korosi, erosi, atau degradasi material tanpa perlu membuka atau memotong material yang diuji.
Probe ultrasonik ditempelkan pada salah satu permukaan material baja. Gelombang ultrasonik dipancarkan, merambat melalui ketebalan material, memantul dari sisi belakang, dan kembali ke probe. Alat mengukur waktu tempuh gelombang (time-of-flight) dan mengkonversinya menjadi nilai ketebalan menggunakan kecepatan suara di material tersebut.
Pengukuran ketebalan baja struktural menggunakan UT Thickness Test
Standar Acuan
ASTM E797 – Standard Practice for Measuring Thickness by Manual Ultrasonic Pulse-Echo Contact Method
ASME BPVC Section V – Nondestructive Examination (untuk bejana tekan)
API 510 – Pressure Vessel Inspection Code
API 570 – Piping Inspection Code
SNI 13-6910-2002 – Referensi pengujian ultrasonik untuk material logam
Aplikasi UT Thickness Test pada Konstruksi
??? Profil baja struktural – Kolom, balok, dan gelagar baja pada gedung dan jembatan
??? Pipa dan bejana tekan – Deteksi penipisan akibat korosi internal
? Tangki penyimpanan – Inspeksi dinding tangki bahan bakar dan air
??? Lambung kapal – Evaluasi korosi pada plat lambung
?? Struktur industri – Menara, rangka atap, dan struktur baja lainnya
Prosedur Pelaksanaan
Persiapan Permukaan – Bersihkan permukaan dari cat, karat, dan kotoran. Permukaan harus relatif halus
Kalibrasi – Kalibrasi alat menggunakan blok kalibrasi dari material yang sama atau serupa
Aplikasi Couplant – Oleskan gel kouplant (biasanya glycerin atau pasta) untuk memastikan transmisi gelombang yang baik
Pengukuran – Tempelkan probe dan baca nilai ketebalan pada layar alat
Grid Pengukuran – Lakukan pengukuran pada grid sistematis untuk pemetaan kondisi material
Dokumentasi – Catat semua nilai dan buat peta distribusi ketebalan
Interpretasi Hasil – Tingkat Penipisan Kritis
Setelah mendapatkan data ketebalan aktual, bandingkan dengan ketebalan nominal (desain) untuk menghitung tingkat penipisan:
Penipisan < 10% – Kondisi baik, pemantauan rutin
Penipisan 10-20% – Perlu perhatian, tingkatkan frekuensi inspeksi
Penipisan 20-30% – Kritis, rencanakan perbaikan segera
Penipisan > 30% – Berbahaya, hentikan operasi dan lakukan perbaikan darurat
Mengapa UT Thickness Test Penting untuk Bangunan?
Korosi pada elemen baja struktural adalah penyebab umum kegagalan struktur yang sering tidak terdeteksi hingga sudah parah. UT Thickness Test memungkinkan:
Deteksi dini penipisan baja sebelum mencapai tingkat kritis
Data aktual untuk perhitungan ulang kapasitas elemen baja yang terkorosi
Perencanaan jadwal perawatan dan perbaikan yang terstruktur
Dokumentasi kondisi teknis untuk kelengkapan audit dan pengurusan SLF gedung
Layanan UT Thickness Test Tekanusa
Sebagai konsultan audit struktur independen dan berpengalaman, Tekanusa menyediakan layanan UT Thickness Test untuk berbagai jenis material baja dan struktur. Laporan kami mencakup peta distribusi ketebalan, analisis tingkat korosi, dan rekomendasi tindak lanjut teknis.
UPE Test (Ultrasonic Pulse Echo) adalah metode pengujian ultrasonik satu sisi (one-side access) yang mampu mengukur ketebalan elemen beton sekaligus mendeteksi cacat internal seperti rongga, delaminasi, dan retak. Berbeda dengan UPV Test yang membutuhkan akses dua sisi, UPE hanya memerlukan satu sisi permukaan.
UPE menggunakan satu probe yang berfungsi ganda – sebagai pengirim sekaligus penerima gelombang ultrasonik. Gelombang dikirim ke dalam beton, memantul dari sisi belakang atau dari cacat yang ada, dan kembali ke probe. Waktu tempuh gelombang direkam untuk menghitung ketebalan dan mendeteksi anomali.
UPE Test – pengujian ultrasonik satu sisi untuk mendeteksi cacat dalam beton
? Rongga (void) – gelembung udara yang terperangkap saat pengecoran
? Delaminasi – pemisahan lapisan beton akibat korosi tulangan atau beban berulang
? Retak internal – retak yang tidak terlihat dari permukaan
? Kualitas grouting – verifikasi pengisian grouting pada tendon prategang
Keunggulan UPE vs UPV
Aspek
UPE Test
UPV Pundit Test
Akses yang dibutuhkan
Satu sisi saja
Dua sisi (transmisi langsung)
Pengukuran ketebalan
Ya, tanpa akses belakang
Perlu tahu ketebalan dulu
Deteksi void/rongga
Sangat baik
Terbatas
Aplikasi pada struktur tertanam
Ideal
Sulit
Biaya
Lebih tinggi
Lebih ekonomis
Aplikasi Utama UPE Test
Pelat lantai dan dak beton – deteksi delaminasi dan void yang umum terjadi akibat korosi tulangan
Dinding beton penahan tanah – evaluasi ketebalan aktual dan cacat internal
Pilar dan abutment jembatan – investigasi kerusakan bawah air atau tertanam tanah
Pondasi beton – verifikasi kualitas dan ketebalan
Tendon prategang – pengecekan kualitas grouting dalam selubung tendon
Terowongan dan infrastruktur bawah tanah – satu-satunya metode yang praktis
Kapan UPE Test Menjadi Pilihan Utama?
Struktur yang hanya memiliki akses dari satu sisi (dinding, pelat lantai yang di atasnya ada material)
Investigasi mendalam setelah Hammer Test atau UPV menunjukkan anomali
Audit struktur pada bangunan yang sudah beroperasi (tidak bisa dibongkar sebagian)
Verifikasi kualitas perbaikan grouting atau jacketing
Penilaian kerusakan pasca bencana
Layanan UPE Test Tekanusa
Pengujian UPE merupakan bagian integral dari paket jasa audit struktur bangunan profesional Tekanusa. Hasil pengujian divisualisasikan dalam peta B-scan dan C-scan yang memudahkan identifikasi dan lokalisasi cacat internal dalam elemen beton bertulang.
UPV Pundit Test (Ultrasonic Pulse Velocity Test) adalah metode Non-Destructive Testing (NDT) yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengevaluasi homogenitas, kualitas, dan integritas beton. Pengujian ini mampu mendeteksi retak internal, rongga, dan degradasi material tanpa merusak struktur sama sekali.
UPV Test bekerja dengan mengukur kecepatan rambat gelombang ultrasonik (frekuensi 20-150 kHz) melalui elemen beton. Kecepatan ini sangat berkorelasi dengan kepadatan, kualitas, dan integritas beton β semakin cepat gelombang merambat, semakin baik kualitas beton tersebut.
Alat PUNDIT (Portable Ultrasonic Non-Destructive Digital Indicating Tester) adalah salah satu alat UPV paling umum digunakan secara global.
Pengujian UPV Pundit Test menggunakan peralatan ultrasonik profesional
Standar Acuan
SNI 03-4802-1998 β Metode pengujian kecepatan rambat gelombang ultrasonik pada beton
ASTM C597 β Standard Test Method for Pulse Velocity Through Concrete
BS EN 12504-4:2021 β Testing concrete: Determination of ultrasonic pulse velocity
Tiga Mode Pengujian UPV
UPV dapat dilakukan dalam tiga konfigurasi transmisi:
Direct Transmission β Transducer pengirim dan penerima berada di dua sisi berlawanan. Memberikan akurasi tertinggi
Semi-Direct Transmission β Transducer berada di dua sisi yang berdekatan (sudut 90Β°)
Indirect (Surface) Transmission β Kedua transducer di permukaan yang sama. Digunakan ketika akses terbatas
Interpretasi Kecepatan UPV
Berdasarkan BS EN 12504-4 dan standar internasional, kualitas beton diinterpretasikan berdasarkan kecepatan gelombang ultrasonik:
Kecepatan Ultrasonik (m/s)
Kualitas Beton
> 4500
Sangat Baik
3500 β 4500
Baik
3000 β 3500
Sedang
2000 β 3000
Meragukan
< 2000
Buruk / Tidak Baik
Keunggulan UPV Dibanding Hammer Test
Aspek
Hammer Test
UPV Pundit Test
Kedalaman pengukuran
Permukaan saja
Seluruh ketebalan elemen
Deteksi retak internal
Tidak bisa
Bisa
Deteksi rongga
Tidak bisa
Bisa
Pengaruh carbonation
Sangat berpengaruh
Minimal
Akses
Satu sisi
Umumnya dua sisi
Aplikasi UPV Pundit Test
Evaluasi homogenitas beton pada kolom, balok, dan pelat lantai
Deteksi retak internal dan rongga yang tidak terlihat dari luar
Pemantauan perkembangan kekuatan beton (beton muda)
Penilaian kerusakan beton akibat kebakaran β daerah yang terbakar menunjukkan kecepatan lebih rendah
Pengujian UPV merupakan bagian krusial dari paket jasa audit struktur bangunan menyeluruh. Tekanusa menyediakan layanan UPV Test dengan peralatan PUNDIT Pro terkalibrasi yang dilaksanakan oleh teknisi bersertifikat dalam evaluasi integritas beton untuk berbagai jenis struktur.
Profometer Test adalah metode pengujian non-destruktif (NDT) yang menggunakan teknologi elektromagnetik (cover meter) untuk mendeteksi posisi tulangan baja di dalam elemen beton tanpa merusak struktur. Pengujian ini sangat krusial dalam audit struktur karena memberikan informasi vital tentang kondisi tulangan yang tersembunyi di dalam beton.
Profometer (juga dikenal sebagai rebar detector atau cover meter) bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Ketika probe digerakkan di atas permukaan beton, medan elektromagnetik yang dihasilkan terganggu oleh keberadaan tulangan baja, sehingga posisi, kedalaman selimut, dan estimasi diameter tulangan dapat dideteksi.
Tim Tekanusa melakukan Profometer Test untuk mendeteksi posisi tulangan baja dalam beton
Informasi yang Dapat Dideteksi
? Posisi tulangan – lokasi (x,y) tulangan longitudinal dan sengkang
? Ketebalan selimut beton (concrete cover) – jarak dari permukaan ke tulangan terluar
? Estimasi diameter tulangan – berdasarkan intensitas sinyal elektromagnetik
? Jarak antar tulangan – spasi tulangan longitudinal dan sengkang
Standar Acuan
BS 1881-204:1988 – Testing concrete: Recommendations on the use of electromagnetic covermeters
ASTM C876 – Standard Test Method for Corrosion Potentials of Uncoated Reinforcing Steel in Concrete
Kalibrasi Alat – Kalibrasi alat menggunakan reference bar (tulangan standar) sebelum pengukuran
Grid Scanning – Gerakkan probe secara sistematis di permukaan beton mengikuti pola grid
Deteksi Tulangan – Alat mengeluarkan sinyal audio/visual ketika mendeteksi tulangan
Marking Posisi – Tandai posisi tulangan pada permukaan beton menggunakan kapur atau spidol
Pengukuran Cover – Baca nilai ketebalan selimut beton pada layar alat
Pemetaan – Buat peta posisi tulangan dan catat semua data untuk laporan
Standar Minimum Ketebalan Selimut Beton (SNI 2847)
Kondisi Paparan
Selimut Minimum (mm)
Terlindung (tidak kena hujan/tanah)
20 – 40
Terpapar cuaca
40 – 50
Kontak langsung dengan tanah/air
50 – 75
Jika Profometer Test menunjukkan selimut beton di bawah standar minimum, ini merupakan indikator risiko korosi tulangan yang serius.
Mengapa Profometer Test Penting dalam Audit Struktur?
Mendeteksi selimut beton tidak cukup yang menjadi penyebab utama korosi tulangan
Memverifikasi kesesuaian jumlah dan posisi tulangan dengan gambar as-built
Menentukan lokasi aman untuk pengeboran Core Drill (menghindari tulangan)
Identifikasi area tulangan yang kemungkinan sudah mengalami korosi
Data penting untuk perhitungan kapasitas elemen struktur eksisting
Layanan Profometer Test Tekanusa
Sebagai konsultan audit struktur independen, Tekanusa menggunakan alat Profometer generasi terkini yang mampu mendeteksi tulangan hingga kedalaman 180 mm dengan akurasi tinggi. Hasil pengujian disajikan dalam laporan lengkap yang mencakup peta posisi tulangan, data selimut beton, dan rekomendasi teknis.
Sondir Test atau Cone Penetration Test (CPT) adalah metode investigasi geoteknik yang digunakan untuk mengetahui karakteristik dan daya dukung tanah secara akurat. Pengujian ini wajib dilakukan sebelum perencanaan pondasi pada setiap proyek konstruksi bangunan, jembatan, maupun infrastruktur lainnya.
Sondir Test bekerja dengan cara mendorong konus (cone) berdiameter standar ke dalam tanah dengan kecepatan konstan. Selama penetrasi, sensor mengukur tahanan ujung konus (qc) dan tahanan gesek selimut (fs), yang menjadi dasar interpretasi jenis dan kekuatan lapisan tanah.
Tim Tekanusa melakukan Sondir Test (CPT) untuk investigasi daya dukung tanah
Standar Acuan
SNI 2827:2008 β Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir
ASTM D3441 β Standard Test Method for Mechanical Cone Penetration Testing of Soils
ASTM D5778 β Standard Test Method for Electronic Friction Cone and Piezocone Penetration Testing of Soils
ISO 22476-1:2022 β Geotechnical investigation and testing β Field testing: CPT and CPTu
Data yang Dihasilkan Sondir Test
Sondir Test menghasilkan tiga parameter utama:
qc (Cone Resistance) β Tahanan ujung konus dalam MPa atau kgf/cmΒ². Mengindikasikan kepadatan dan kekuatan tanah
fs (Sleeve Friction) β Tahanan gesekan selimut. Mengindikasikan jenis tanah (lempung vs pasir)
Rf (Friction Ratio) β Rasio fs/qc Γ 100%. Digunakan untuk mengklasifikasikan jenis tanah secara otomatis
Klasifikasi Tanah Berdasarkan Friction Ratio
Friction Ratio (Rf)
Jenis Tanah
< 1%
Pasir bersih / Kerikil
1 β 3%
Pasir berlanau / Pasir berlempung
3 β 5%
Lanau / Lempung berlanau
> 5%
Lempung / Gambut
Prosedur Pelaksanaan
Persiapan Lokasi β Pilih titik sondir yang representatif, bebas dari gangguan dan benda keras di permukaan
Pemasangan Alat β Pasang mesin sondir (hydraulic atau manual) secara tegak lurus
Penetrasi β Dorong konus dengan kecepatan 2 cm/detik (standar), catat bacaan setiap 20 cm kedalaman
Pengukuran Kontinu β Rekam qc dan fs secara bersamaan menggunakan sensor elektronik
Penghentian β Hentikan ketika mencapai lapisan keras (qc β₯ 150 kgf/cmΒ²) atau kedalaman target
Analisis Data β Plot data, klasifikasi tanah, hitung daya dukung dan kedalaman pondasi yang disarankan
Manfaat Sondir Test untuk Konstruksi
β Menentukan jenis dan kedalaman pondasi yang tepat
β Mengidentifikasi lapisan tanah lunak yang berpotensi menyebabkan penurunan (settlement)
β Menghitung daya dukung ultimit dan ijin tanah
β Mendeteksi ketidakseragaman lapisan tanah yang bisa berbahaya
β Data wajib untuk perencanaan pondasi tiang (pile foundation)
β Lebih cepat dan ekonomis dibandingkan uji boring konvensional
Kapan Sondir Test Wajib Dilakukan?
Sebelum perencanaan pondasi pada proyek konstruksi baru
Investigasi penyebab penurunan bangunan (differential settlement)
Perencanaan pondasi tiang pada bangunan bertingkat
Persyaratan dokumen untuk perizinan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
Evaluasi kondisi tanah pasca bencana (gempa, banjir, tanah longsor)
Layanan Sondir Test Tekanusa
Selain investigasi tanah, Tekanusa merupakan penyedia terkemuka jasa audit struktur bangunan dan layanan Sondir Test / CPT profesional yang mencakup pengujian lapangan, analisis daya dukung tanah, dan pengkajian teknis gedung terintegrasi. Laporan kami memuat:
Grafik qc dan fs vs kedalaman
Klasifikasi jenis tanah tiap lapisan
Rekomendasi jenis dan kedalaman pondasi
Perhitungan daya dukung pondasi
Laporan sesuai standar teknis untuk keperluan perizinan